Lewati ke konten

544 Siswa SMAN Kedungadem Bojonegoro “Uji Nyali” Usai Santap Nasi Kuning MBG

| 3 menit baca |Sorotan | 6 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Hamim Anwar Editor: Supriyadi

BOJONEGORO – Kalau biasanya “makan siang gratis” bikin bahagia, di SMAN Kedungadem, Desa Trumbasanom, malah bikin panik. Tepat Rabu (1/10/2025), ratusan siswa yang ikut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak, pusing, mual, sakit perut, sampai diare. Dari 930 siswa, 544 orang “beruntung” mengalami keluhan ini.

Kepala Desa Trumbasanom, Juminto, memberi laporan, 500 siswa keluhan ringan, delapan harus inap sementara di puskesmas, dan puluhan lainnya izin bolos. “Kami menerima data dari puskesmas dan pihak sekolah. Dari jumlah itu, sekitar 500 anak mengalami keluhan ringan, delapan anak harus dirawat di puskesmas, dan puluhan siswa izin tidak masuk sekolah,” jelasnya.

Sumber masalah? Menu MBG hari itu, nasi kuning, ayam suwir, tempe kering, dan acar. Nasi kuning yang biasanya bikin senyum-senyum sendiri, kali ini malah bikin meringis serentak jam 12 siang. Bayangkan, satu gigitan, dan perut mulai drama sendiri.

#Wakil Bupati Tancap Gas

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, langsung tancap gas, datang ke sekolah dan puskesmas. Ia memastikan tenaga medis siaga penuh. “Hari ini di SMAN 1 Kedungadem diperiksa di UKS 40 anak, diperiksa di puskesmas 22 anak, dan 61 anak tidak masuk sekolah, memang diduga ini kasus makan dari MBG,” ujarnya.

Desa Trumbasanom pun menuntut pertanggungjawaban penyedia MBG. Kepala Desa Juminto bilang tegas, “Kami berharap penyedia makanan MBG segera bertanggung jawab atas apa yang menimpa warga kami.”

Intinya, program MBG seharusnya bikin sehat, tapi kali ini malah bikin siswa belajar tentang “realita pahit” dari nasi kuning. Semoga pihak terkait cepat menindaklanjuti, biar makan siang gratis nggak lagi jadi mimpi buruk perut siswa SMAN Kedungadem.

#SPPG Beda Pemilik

MBG bikin anak-anak senyum-senyum malah bikin perut murid protes massal. Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beda pemilik, dua menu beda nasib, tapi satu kesamaan, ratusan siswa akhirnya belajar tentang pahit-manis dunia kuliner gratisan.

Kalau biasanya program MBG bikin senyum-senyum, di Kedungadem, Bojonegoro, malah bikin perut siswa “protes keras”. Tiga sekolah ketiban sial, SD Tumbrasanom, MTs Plus Nabawi, dan SMA Kedungadem.

Siswa SMAN 1 Kedungadem menyantap seporsi nasi kuning, ayam suwir, oseng tempe, dan acar mendadak merasakan sensasi mual, pusing, dan diare, Rabu, (1/10/2025). Menu yang terlihat “selamat” itu ternyata dipasok oleh SPPG yang beroperasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem.

Bisa dibayangkan, jam makan siang yang seharusnya bikin perut kenyang, malah jadi arena drama gastrointestinal. Gratis, tapi harga yang dibayar? Perut murid ikut demo.

Sementara itu, di MTS Plus Nabawi dan SD Tumbrasanom, drama perut juga terjadi. Lima siswa MTS dan tujuh siswa SD mendadak “protes” usai menyantap seporsi nasi putih, oseng buncis, orek tempe, sekotak susu, sebuah pisang, dan telur puyuh rebus pada Kamis (2/10/2025). Menu yang kelihatan sehat ini dibagikan oleh SPPG Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem.

Jam makan siang yang seharusnya bikin kenyang dan semangat belajar, malah jadi momen “uji nyali perut”. Gratis? Iya. Aman? Yah… tergantung perut siapa yang menilai.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *